Selasa, 28 Januari 2020
Rabu, 04 Desember 2019
Jumat, 30 Agustus 2019
ROMBIYA TIMUR - Salah satu kegiatan sosial yang dilakukan oleh aktifis Formart Institute, Desa Rombiya Timur Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, bersih - bersih Masjid.
Untuk jumat hari ini (30/08/19), lokasi yang dipilih oleh organisasi pemuda ini, di Masjid Baiturrahmah Dusun Kelampok Barat, desa setempat.
Sejak 08. 00 pagi, mereka sudah berkumpul di Masjid tersebut dengan membawa alat - alat kebersihan seperti sapu, dan lain - lain.
Nasiri anggota Formart Institute mengatakan, kegiatan bersih - bersih Masjid baru pertama kali ini dilakukan, tujuanya untuk memberikan kenyamanan bagi para jamaah shalat jumat.
"Kegiatan ini kami rasa sangat penting, sebagai kepedulian ke tempat ibadah di desa kami", katanya.
Kedepan kata Nasiri, kegiatan bersih - bersih Masjid akan dilakukan secara rutin setiap hari jumat dengan cara berpinpdah - pindah.
Untuk jumat hari ini (30/08/19), lokasi yang dipilih oleh organisasi pemuda ini, di Masjid Baiturrahmah Dusun Kelampok Barat, desa setempat.
Sejak 08. 00 pagi, mereka sudah berkumpul di Masjid tersebut dengan membawa alat - alat kebersihan seperti sapu, dan lain - lain.
Nasiri anggota Formart Institute mengatakan, kegiatan bersih - bersih Masjid baru pertama kali ini dilakukan, tujuanya untuk memberikan kenyamanan bagi para jamaah shalat jumat.
"Kegiatan ini kami rasa sangat penting, sebagai kepedulian ke tempat ibadah di desa kami", katanya.
Kedepan kata Nasiri, kegiatan bersih - bersih Masjid akan dilakukan secara rutin setiap hari jumat dengan cara berpinpdah - pindah.
"Di Rombiya Timur itu ada 6 Masjid, jadi bersih - bersihnya tidak di satu masjid saja jadi gantian nanti", pungkasnya". (leh)
Jumat, 09 Agustus 2019
Forum masyarakat Rombiya Timur (formart) yang dipromotori oleh beberapa pemuda membuat ribuan bendera Merah putih yang akan di pasang di sepanjang jalan Desa Rombiya Timur.
Kegiata tersebut bertujuan untuk memperingati hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74, tepatnya pada tanggal 17 Agustus mendatang.
Nasiri sebagai kordinator dalam pembuatan bendera tersebut menuturkan bahwa bendera yang di buat akan dipasang di sepanjang jalan raya di Desa Rombiya timur.
"Ya betul, Bendera yang di buat akan di pasang di sepanjang jalan raya Desa Rombiya Timur."
"Dengan bermodalkan semangat dan kemauan tinggi, kami (pemuda desa) turut andil dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI ." Tambahnya.
Pemerintah Desa Rombiya Timur juga mendukung penuh dan mengapresiasi kegiatan pemuda tersebut.
"Alhamdulillah, kami Pemerintah Desa sangat senang sekali melihat pemuda di desa Rombiya Timur selalu memberikan hal-hal yang positif terhadap kemajuan desa. Ini yang kami tunggu-tunggu, karena pemuda adalah harapan yang untuk masa depan."
"Kami mendukung penuh atas apa yang di inginkan pemuda, yang penting dalam hal yang positif." pungkasnya. (Mslh)
Senin, 08 Juli 2019
![]() |
| Warga panjat pohon siwalan - Foto Agus Gepeng |
ROMBIYA TIMUR - Salah satu penghasilan masyarakat Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep Madura, adalah dari gula merah atau aren. Sekitar sepuluh persen dari total penduduk memproduksi gula merah.
Aktifitas produksi gula merah dengan cara tradisional itu, berada di Dusun Klampok Barat dan sebagian Dusun Klampok Timur, desa setempat.
Keberadaan produksi gula merah di desa Rombiya Timur, memang tidak banyak seperti desa tetangga Karduluk Kecamatan Pragaan. Namun keberadaanya menjadi icon tersendiri bagi desa.
Salama (50), salah satu pengrajin gula merah mengaku aktifitas produksi ia geluti sejak puluhan tahun silam bahkan sudah turun temurun. Dari hasil penjualan gula itulah ia bisa menghidupi keluarganya.
“Alhamdulillah, cukup lah mas untuk kebutuhan sehari – hari” singkatnya.
![]() |
| Warga mikul legen yang baru diambil dari pohon siwalan - Foto Agus Gepeng |
Meski hanya sebagian masyrakat yang konsen usaha itu, pemerintah terus mendorong agar aktifitas produksi gula merah tidak hanya menjadi pekerjaan sampingan, tapi benar – benar dilakukan dengan serius untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.
Upaya itu dilakukan oleh pemerintah desa Rombiya Timur, menjadikan produksi gula merah menjadi produk unggulan.
“Saya ingin ada yang beda di desa ini, termasuk ingin mengembangkan produk lokal gula merah”, kata Hayati Kades Rombiya Timur.
Dalam event pameran produk yang digelar oleh pihak Kecamatan Ganding atau Pemkab Sumenep, produk lokal gula merah atau olahan dari gula merah seperti dodol dan lain – lain, selalu dipasarkan oleh pemerintah desa, hal itu untuk mengenalkan kepada masyarakat produk local tersebut.
Produksi Gula Merah Sebagai Destinasi Wisata Lokal
Di era digital seperti saat ini, setiap desa memiliki keunggulan tersendiri dan menjadi destinasi wisata lokal.
Adanya produksi gula merah di desa Rombiya Timur, tidak hanya menjadi aktifitas untuk urusan perekomian warga, namun bisa menjadi daya tarik wisata untuk meng explore proses produksinya.
Beberapa waktu lalu, Komunitas fotograper Sumenep, mengabadikan momen unik disaat warga melakukan proses produksi gula merah. Mulai dari pengambilan legen dari pohon siwalan hingga pengolahan menjadi gula merah yang dikemas dengan wadah kecil bundar (lettheng / madura), yang terbuat dari daun siwalan. (sukri)
Minggu, 19 Mei 2019
Bulan Dzulhijah atau bulan rajhah (madura), atau dua bulan setelah syawal dianggab bulan yang bagus untuk ritual pernikahan. Pada saat itu juga disebut bulan haji karena bersamaan dengan umat muslim melaksanakan ibadah haji.
Sebagai tradisi sebagian masyrakat Madura, sebelum melangsungkan pernikahan maka jauh - jauh sebelumnya pihak keluarga pria sudah melakukan komunikasi dengan keluarga calon istri.
Tentu komunikasi ini dilakukan karena kedua calon sudah ada kesepakatan baik melalui pertunangan atau perjanjian suci, ada istilah madura sudah nyabha" tandhah atau bin sabin artinya si wanita tersebut sudah ada yang memiliki meski tidak secara sah melalui pernikahan.
Proses Nyeddheg (mendesak)
Dari pihak keluarga si pria, biasanya datang ke keluarga calon istri minimal tiga bulan sebelum rencana pernikahan, ya seperti saat bulan ramadhan saat ini adalah waktu yang tepat untuk nyeddheg.
Nah, pada saat itu pihak keluarga dari si pria itu (disebut juga Pangadha'), membawa sejumlah sembako seperti beras, minyak dll. Dalam kesempatan itu keluarga si pria menyodorkan hari dan tanggal pelaksanaan ritual pernikahan tersebut.
*Sukri





















