Jumat, 06 Juli 2018

Satu Tahun Keberadaan Wisata Tebing Grunggungan

Satu tahun terakhir ini  , Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep, ramai dikunjungi warga, tepatnya mereka adalah para  wisatawan lokal yang sengaja datang untuk mengunjungi wisata desa Tebing Grungungan yang digagas oleh sejumlah pemuda desa setempat.

Rupanya inisiatif pemuda yang menggagas wisata itu terbilang cukup berhasil karena mampu menyedot perhatian warga Sumenep, bahkan viral di media social seperti di Facebook, maupun instagram, beberapa akun media wisata Sumenep seperti Sumenep superhits, Sumenep Explore sering memposting pengunjung yang berfoto selfi dilokasi tersebut karena dilokasi  juga disediakan spot foto. Keindahan alam terbuka serta hamparan laut selatan Madura dapat dinikmati denagan mata telanjang, sehingga inilah salah satu alasan  masyarakat teratik untuk berkunjung.

Selain Viral di media social, Keberadaan Tebing Grunggungan juga tidak luput dari liputan media cetak dan elektronik  lokal Sumenep, seperti Radar Madura, Koran Madura, Portal Madura dan lain – lain. Bahkan pada tanggal 18 agustus 2018 Tebing Grungan menjadi berita utama atau headline news di Radar Madura lantaran siswa SMP Islam Al – Atrawiyah melakukan upacara 17 agustus 2017 diloksi tersebut.Gagasan mereka untuk membuat wisata alam ini momenya terbilang cukup tepat, karena keberadaanya berbarengan dengan program pemerintah Kabupaten Sumenep yaitu Visit 2018 atau tahun kunjungan, dimana pemkab setempat sedang mengambakan ekonomi lewat sector wisata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Kesempatan inilah juga mereka mamfaatkan sebagai upaya untuk mendukung visit Sumenep 2018.

Trio Pemuda Desa

Siapa Sebenarnya Pemuda Itu sehingga sukses menghantarkan Desa Rombiya terkenal dengan wisata Tebing Grunggungan?, ada tiga orang menurut saya yang memiliki peran central dalam pembangunan Tebing Grunggungan , yakni  Jaiz, Farisi dan Nasiri mereka adalah warga sekitar yang turut andil dalam pembangunan ini, Jaiz sarjana yang konsen mengajar, sementara fasrisi adalah mahasiswa Unisma Malang aktifis HMI, dan aktif di Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (Leppami) Malang, sedangkan Nasiri merupakan Mahasiswa Instika guluk – guluk jurusan ekonomi syariah.

Selain tiga orang tersebut,  tentu juga banyak yang turut  berperan dalam kesuksesan pembagunan Tebing Grunggungan itu walau tidak muncul kepermukaan, sebut saja misalnya Fahrurrosi siswa SMP, Qusyairi ( Agus) , siswa SMP, Suabie dan pihak pihak lain – lain. Kegigihan mereka tentu perlu  diapresiasi karena mampu membuat Desa Rombiya Timur menjadi harum, tujuan mereka dalam pembangunan ini juga untuk meningkatkan ekonomi sekitar, maka wajib hukumnya kita sebagai warga sekitar untuk mendukung keberadaan wisata Grunggungan ini.

Blunder Status Tebing Grunggungan.

Sudah hampir satu tahun Tebing Grunggungan ini dibangun, saya yang menjadi saksi mata masih ingat bahwa pertama kali mereka menggagas dengan mengumpulkan bambu - bambu untuk dijadikan jembatan tebing pada hari rabu tanggal 2 agustus 2017, dihari itulah Tebing Grungan mulai  dibangun dengan alat seadanya, karena pembangun tersebut  murni atas prakarsa sendiri,biaya sendiri, cari alat sendiri, artinya tidak ada secara khusus yang mebiayanyi pembangun tersebut, meski ada, mereka adalah para relawan.

Jika dihitung sejak 02 agustus 2017, Tebing Grunggungan sudah hampir satu tahun berdiri, dalam dekade itu ternyata keberadaanya sudah tercium oleh beberapa kalangan pejabat seperti Camat Gandig, Bupati Sumenep  dan pelaku atau aktifis wisata. Bahkan Asosiasi Wisata Desa Indonesia (Asidewi), Sumenep pernah berkunjung ke tempat tersebut.

Sejumlah pihak menyarankan agar wisata tersebut benar-benar dikelola dangan baik dan professional sehingga mampu meningkat ekonomi masyarakat sekitar missal dengan jasa perkir, munculnya pedagang atau usaha kecil menengah dan semacamya, namun sepertinya ada beberapa hal yang masih menjadi kendala bagi mereka untuk mengembang wisata tersebut misalnya  status tanah dan perlu ada kesepakatan – kesepakat khusus dengan warga sekitar minimal untuk memberikan kesadaran tentang wisata atau kalau  perlu membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Sikap Pemeritah Desa .

Menurut informasi yang kami terima, rupanya Pemerintah Desa Rombiya Timur sejak awal terbutuk sangat mendukung keberadaan wisata ini, bahkan siap mendanai pembangun wisata Tebing Grungan dengan alokasi anggaran Dana Desa (DD).
Nah ini lampu hijau dan peluang bagus bagi pengelola Tebing Grunggungan, mungkin sudah saatnya  pemuda untuk melakukan lobi – lobi dengan Pemdes setempat jika sebelumnya belum dilakukan, bagaimana caranya agar pembangunanya bisa menggunakan DD. Tapi jika Tebing Grungungan ini, mau dibangun dengan melibatkan pemerintah desa setempat, jika tidak misalnya mau mendatangkan investor dari luar maka hanya meminta restu saja kepada pemerintah desa.

Terakhir, saya sebagai warga Rombiya Timur, warga sekitar Tebing Grunggungan sangat bangga  dan aprisaitif kepada pemuda yang telah berinisiasi dalam pengagasan wisata tersebut dan siap mendukung dalam kesuksesan.
Semoga sukses dan terus berkarya. 

 Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”



*Penulis Pemerhati Desa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar