Jumat, 05 Januari 2018

Sejarah Berdirinya Formart

ROMTIM, KABAR KABARI – Forum Masyarakat Rombiya Timur (FORMART), sebuah organisasi kemasyarakatan yang berdiri di Desa Rombiya Tmur Kecamatan Ganding Sumenep , ormas ini berdiri atas inesiatif  pemdua, pelajar dan sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sebut saja Abdus Salam mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UMM) Malang, Zuhdi mahasiswa Budi Mulya Yogyakarta,  Habibullah mahasiswa Universitas Jember (Unej) , Muhklis mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakartya, Mas’odi mahasiswa STKIP Bangkalan Madura, Ismael Mahasiswa Stika Annuqayah, Muhdi Stika Annuqayah, Abdurrahman Santri al – isaf Klabaan dan Sukriyanto sebagai  Santri Annuqayah. 
Tanggal 06 februari 2004 atau bertepatan tanggal 14 syawal 1424 H bertempat di Musalla Al- Barakah organisi ini berdiri. Pertemuan yang sederhana dan  penuh kekeluargaan itu telah mengukir sejarah peradaban bangsa ini.  
Banyak hal yang mereka diskusikan dalam pembentukan organisasi yang tidak  sampai separuh malam itu, diantaranya yang menjadi priortas mereka adalah perubahan tatanan moral genarasi muda, merubah pola berfikir masyarakat yang masih cendrung primitive dan jauh dari peradaban, sesuai dengan misi organisasi yaitu, terwujudnya kesadaran masyrakat, adil sajahtera yang berperadapan hukum.
Sebuah cita – cita dan  idealisme yang luar biasa yang perlu kita aprisiasi, karena  mereka rata –rata  hidup diluar Desa rombiya Timur pada saat itu dan sibuk dengan urusan study mereka, tetapi mereka   masih meluangkan  waktunya  untuk berfikir tentang masa depan Indonesia, masa depan Desa kita Rombiya timur, hal itu penting dilakukan sebagai  bentuk kegelisahan mereka melihat kondisi peradaban di Desa Rombiya Timur. 
Asumsi mereka masih banyak yang harus di benahi di berbagai sektor. Harapanya  dengan membentuk organisasi Formart tersebut, cita – cita yang mereka inginkan  bisa lebih terorganisir.
Di akui atau tidak  semenjak organisasi Formart ini berdiri  13 tahun silam, sudah banyak hal yang dilakukan oleh mayoritas pemuda di Rombiya Timur ini sebagai penggerak perubahan yang sifatnya pengabdian dan pencerahan kepada masyarakat, baik dibidang pendidikan, Pemerintahan, Soisal agama dan lain – lain. 
Walau demikian implimentasi dari sebuah perjuangan tidak semudah dan sesederhana seperti yang kita fikirkan, butuh kesabaran, kebarinian, tidak mengenal lelah dan tegak lurus meperjuangkan kebenaran, kadang kita tidak peduli dengan resiko besar yang akan menimpa kita, berani tersingkir, siap di hujat, siap puji, berani mendekam dipenjara dan bahkan siap berani mati.
Hadirnya  sebuah gerakan pasti akan melahirkan pro dan kontra di tengah – tengah masyarakat. Dan   itu sesuatu yang wajar terjadi, karena hati dan fikiran kita tidak sama untuk mencerna sesuatu belum sebenarnya itu adalah kebenaran yang mutlak. Maka dari itu esensi dari sebuah perubahan itu tidak mudah, butuh waktu, butuh perjuangan, dukunngan dari semua element masyarakat, minimal kita bisa berbuat untuk  sesama.” Khairunnas Amfa’uhum linnas”,  sebaik – baik manusia adalah dia yang paling bermamfaat bagi manusia.
Pada Tahun 2014 para senior atau pendiri Forum Masyarakat Rombiya Timur (Formart) Sepakat, untuk merubah nama organisasi di Yang ada di Desa Rombiya Timur ini menjadi FORMART INSTITUTE dan telah terdaftar di Bakesbangpol Sumenep.
Semoga kedepan lebih baik dan lebi bermamfat kepada masyarakt Rombiya Timur.
“Sakit dalam perjuangan itu hanya smentara, namun jika menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya”.
*Penulis merupakan salah satu pendiri Formart Institute.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar